5 Contoh Ide Nama Toko Emas yang Bagus. Berikut ini adalah contoh nama toko emas yang bagus, yang tentunya dapat Anda jadikan sebagai referensi dalam menentukan nama toko emas yang bagus. Adapun contoh nama-nama toko emas yang bagus adalah sebagai berikut ini. Toko Aurora Mas; Toko Ayu Gold Mas; Toko Aurum Mas; Toko Lino and Sons Mas; Toko Mirage Jewelry Mas
LuxuryElegant: Artinya Elegan dan Kemewahan. Nama usaha yang bagus dan artinya yang ini cocok banget untuk digunakan bagi kamu yang membuka usaha butik, online shop yang menjual aneka baju, toko perhiasan dan lain-lain. Volcano Majesty: Artinya keagungan seperti gunung merapi. Maksud secara tersiratnya harapannya toko kamu ini agung seperti raja.
24Nama Bayi Perempuan Sansekerta dan Artinya yang Bagus. 1. Aretha. Nama yang pertama adalah Aretha yang memiliki arti saleh dan berbudi pekerja baik. Tentunya semua orang tus menginginkan anak yang baik bukan? Untuk itulah ada baiknya memberikan doa dalam nama Aretha yang tidak hanya berarti saleh tetapi juga santun.
Untukmemilih nama usaha yang bagus dan. Memberikan nama memang sudah seharusnya menarik dan tentunya mudah diingat. Menggunakan nama keluarga juga akan memberikan motivasi yang lebih supaya bekerja lebih keras lagi, karena hal itu akan berkaitan dengan nama baik dari keluarga anda. Buatlah nama online shop yang singkat dan sederhana.
Namausaha menjadi hal pertama yang akan orang lihat ketika membuka toko online. Sehingga perlu memilih nama yang unik, menarik dan mudah diingat. Oleh sebab itu, kami mengumpulkan beberapa referensi nama supermarket online yang dapat Anda gunakan: Greens Grocer; Grocery Swap; Nice Food Mart; The Grocery Store; True Grocery; Green Goodness; Grocery Go; Hero Mart
Namaini terdengar sangat menarik dan kekinian. Menggunakan nama ini dapat menarik perhatian calon pembeli karena nama olshop yang bagus. Nama yang unik akan lebih mudah menarik minat pembeli karena mereka memiliki rasa penasaran yang tinggi. 7. Girly Hijab. Nama ini juga terdengar lucu sehingga memiliki kesan unik.
Orkesyang besar kadang-kadang disebut sebagai "orkes simfoni" atau "orkes filharmoni ". Orkes simfoni memiliki sekitar 100 pemain, sementara orkes yang kecil hanya memiliki 30 atau 40 pemain. Jumlah pemain musik bergantung pada musik yang mereka mainkan dan besarnya tempat mereka bermain.
Dalammenentukan nama perusahaan yang bagus memang diperlukan banyak hal. Di bawah ini 10 contoh nama perusahaan yang bagus menurut fengshui. Namun, apabila anda hanya ingin fokus pada satu produk, maka buatlah nama yang spesifik. Di artikel ini kanala akan bahas 10 saham perusahaan hebat yang kinerjanya masih baik bahkan terus meningkat di 2020.
Tipsuntuk Penamaan Singa. Seperti manusia, singa juga butuh nama! Baik Anda penjinak singa untuk sirkus, penjaga kebun binatang, pemilik singa di rumah, atau pemilik baru yang bangga dengan boneka singa, ada sejumlah besar nama yang menunggu untuk diberikan kepada singa Anda; itu hanya masalah menemukan yang sempurna! Berikut beberapa tips:
vUVeg7. Band Maliq & D’Essentials terpilih menjadi musisi perdana yang mengisi serial "Orkes". "Orkes" merupakan gagasan Vision+ untuk melestarikan karya-karya musisi anak bangsa agar kelak anak cucu bisa menikmatinya. Dengan memperhatikan kualitas audio dan visual, Vision+ menggandeng Dolby sehingga kualitas bioskop akan bisa dinikmati melalui layar gadget. "Ini sangat luar biasa jika Maliq tampil yang pertama," ujar aktor Lukman Sardi yang dilibatkan dalam pemilihan Maliq & D'Essentials, saat perilisan serial orisinal Vision+ “Orkes Semesta” di The Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta, Kamis 19/5. “Orkes Semesta” menjadi serial pertama dengan durasi 90 menit dan mulai tayang sejak 22 Mei 2022. Bulan rilisnya serial ini bertepatan dengan anniversary Maliq & D’Essentials ke-20 pada 15 Mei 2022. Tidak sekadar menampilkan semacam konser digital, serial tersebut juga menampilkan kolaborasi menarik dengan beberapa musisi Indonesia, seperti Iwa K, King Nassar, Hondo, Lyodra, David Bayu, Ayu Gurnitha, dan Muhammad Hanafi Lubis. Mungkin tidak banyak yang tahu bagaimana Maliq berkembang. "Kami akan banyak dengar cerita Maliq yang enggak banyak didengar di luar. Itu bisa jadi arsip yang bagus dan akan bisa terus ada, bahkan bisa melebar, worldwide,” kata Lukman lagi. Meski hanya dari layar handphone, pengalaman menonton konser Maliq & D’Essentials akan terasa seperti menonton secara langsung. Ini karena teknologi canggih yang menggabungkan rentang dinamis tinggi HDR dengan warna yang hidup, kontras yang lebih tajam, dan kaya akan detail. Vokalis Maliq & D’Essentials, Angga, senang dengan adanya pengarsipan yang peduli pada musisi Indonesia. “Ini pertama kali bagi Maliq untuk mendokumentasikan perjalanan Maliq secara proper,” kata dia. Selama ini, publik belum tahu lebih dalam bagaimana Maliq & D’Essentials menaruh rasa dan energi mereka ketika membuat lagu atau berada di atas panggung. Kisah bagaimana mereka melalui petualangan panjang dari kota ke kota juga akan diceritakan lengkap. Setiap personel punya cerita dan harapan masing-masing. "Ada hal-hal yang lebih mendalam, lebih terikat satu sama lain. Kita ingin dikenal lebih dekat lagi,” ujar personel perempuan Maliq & D’Essentials satu-satunya yang juga vokalis, Indah. Musisi menjalani syuting? Mungkin ada kesulitan, Indah menyebut, namun tim yang ada bersama mereka sangat memudahkan dan menyenangkan. Dari kreasi hingga inspirasi, semuanya bisa keluar dengan mengalir. Personel lain, yakni Lale, Ilman, Jawa, dan Widi yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menjelaskan bagaimana pemilihan baju menjadi titik fokus Maliq & D’Essentials. Di serial tersebut, wardrobe dan koreografi adalah yang paling menonjol. Tidak hanya untuk serial, ketika mereka manggung pun, baju adalah hal yang kerap sulit mereka diskusikan. “Ilman pertama masuk Maliq itu, kami mikir, Ini anak pakai baju apa yang cocok sama gayanya,'" ujar Angga menimpali. Ilman pertama masuk Maliq itu, kami mikir, Ini anak pakai baju apa yang cocok sama gayanya. Ide Vision+ ini disebut sebagai arsip modern para musisi. Serial ini menjadi hal baru dalam dunia platform streaming. Pengalaman sinematik dalam sebuah panggung konser akan terlihat berbeda di mata penontonnya. Dolby Atmos yang dibuat untuk bioskop, memiliki audio yang impersif. Hal tersebut memungkinkan pembuat konten untuk menempatkan setiap suara persis di tempat mana saja yang mereka inginkan, sehingga membuat audio yang dihasilkan makin realistis. Arsip modern ini merupakan salah satu inovasi terbesar. Dengan konsep bertema surealis seputar angkasa dan orbit, dipadukan dengan dialog akrab yang mencatat manifestasi Maliq & D'Essentials dalam karier dan identitas mereka. "Ini bukan hanya terobosan dalam bidang konten, tetapi juga terobosan teknologi,” ujar Managing Director Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo. Konser digital serial pertama ini menampilkan lintas genre yang tidak biasa, seperti salah satunya genre dangdut. Maliq & D’Essentials akan berduet dengan King Nassar, membawakan dua lagu, yakni “Drama Romantika” dan “Setapak Sriwedari”. Mereka tampak kompak karena sebelumnya pernah satu kali bertemu dalam satu panggung. “Beberapa bulan sebelumnya sebelum syuting sudah pernah manggung di tahun baru, jadi dapet chemistry-nya,” kata Angga. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan akan ada lagi musisi lain yang hadir dalam “Orkes”.
Coba Anda mengetik "best viola player" di mesin pencari Google, maka nama Yuri Bashmet selalu keluar di halaman pertama. Sebagai yang terbaik di dunia, pemain viola dari Rusia itu tentu sangat sibuk dan tidak bisa sembarangan menerima calon murid. Mungkin dari beberapa ratus yang mendaftar, ia hanya memilih satu dengan sensitivitasnya mendeteksi berlian mentah yang dapat dijadikan "superstar". Menjadi muridnya bukan hanya suatu keistimewaan, tapi juga suatu beban tanggung jawab yang besar. Salah satunya adalah Antonina Popras. Nah, Antonina yang cerdas, cantik, dan super berbakat akan ke Indonesia untuk menjadi bagian dari G20 Orchestra, sebuah orkes yang dibentuk dan dicetuskan oleh Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20. Mungkin itu adalah jawaban Rusia ketika saya mengirimkan surat kepada mereka agar mengirimkan pemain orkes terbaiknya untuk menjadi bagian dari G20 Orchestra. Selain itu, mereka juga mengirimkan Nikita Loginov, pemain trompet andal dari National Youth Symphony Orchestra yang anggotanya dipilih melalui audisi yang sangat ketat. Begitu juga Argentina, yang berhasil meyakinkan pemain flute Santiago Clemenz untuk datang. Walaupun sudah menjadi pemain principal di Orquesta Sinfonica de Salta, Clemenz tetap berkeliling menjadi solois di berbagai orkes lainnya. Di Indonesia, ia akan menjadi solois di karya "The Voyage to Marege", pada bagian yang sangat virtuosic karena menggambarkan konflik antara suku Aborigin Australia dengan para imigran Eropa. Pernah lihat video official-nya Michael Jackson "They don't care about Us" yang berlokasi di Brazil itu? Ada ratusan pemain drum, tapi apa yang aneh dari situ? Tidak ada satu pun drummer perempuan. Ada perempuan tapi mereka menari-nari, dan mengelu-elukan Michael saja. Ini disebabkan "stereotype" dari drummer itu adalah tentang kejantanan, kekuasaan, bahkan lambang brutalitas melalui ritme yang menghipnotis pendengarnya. Nah, anggapan itu akan diruntuhkan oleh G20 Orchestra, yang mendapatkan dua pemain perkusi andal dan mereka adalah perempuan. Mereka adalah lulusan Universitas Campinas yang departemen perkusinya terkenal mencetak pemain perkusi terbaik di Amerika Selatan, terutama dari kelas profesor Fernando Hashimoto, spesialis musik perkusi Brasil. Terbaik dari Indonesia Daftar pemain musik itu masih panjang, tapi jangan kira Indonesia tidak memiliki musikus sebaik mereka. Indonesia punya yang terbaik, tapi terus terang sampai dua minggu lalu saya belum mengenal, bahkan mendengar 90 persen nama yang mengunggah permainan mereka untuk audisi di YouTube dengan kata kunci "G20 Orchestra". Anda bisa dengarkan sendiri dan mencarinya dengan kata tersebut di YouTube, dan setelah membaca daftar nama musisi yang lolos di bawah artikel ini, Anda pasti setuju bahwa kualitas artistik mereka sangat mapan dan mumpuni. Saya sendiri sangat terkesima dengan kualitas beberapa musisi Indonesia yang mengikuti audisi, bahkan yang datang dari kota/provinsi yang tidak pernah saya bayangkan ada musik klasik di sana. Pasalnya, saya belum pernah menemukan audisi terbuka dan transparan dalam merekrut anggota orkestra di Indonesia, di mana semua orang dapat mendengarkan permainan para kandidat di YouTube. Anggota biasanya dipilih melalui pertemanan atau rekomendasi. Kalaupun ada "audisi" hanyalah bersifat tertutup dan mereka audisi karena diberitahu rekannya. Itu sebabnya kita selalu melihat orang-orang yang sama di berbagai orkestra. G20 Orchestra yang rencananya dihelat 12 September 2022 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, sebagai langkah pemerintah Indonesia melalui inisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk mendorong musik klasik di negeri ini. G20 Orchestra adalah warisan Indonesia untuk G20 ke depannya, dan bisa menjadi disrupsi di dunia musik klasik, dengan keanggotaan dari 18 negara Saudi Arabia dan Turki untuk kali ini belum mengirimkan musisi dan keseimbangan gender. Program itu juga tidak terpaku pada karya "yang itu-itu saja" di dunia musik klasik, tapi ada kesegaran dalam konten program. Targetnya adalah untuk mendapatkan separuh-separuh jumlah lelaki dan perempuan hanya meleset sedikit menjadi 34 lelaki dan 26 perempuan. Untuk itulah, G20 Orchestra 2022 ini membuka audisi terbuka bagi musisi Indonesia sebagai bentuk transparansi dan misi untuk dapat menemukan talenta-talenta muda di seluruh pelosok Indonesia, serta memberikan kesempatan terbuka dan sama kepada semua talenta terbaik Indonesia. Hasilnya sangat membanggakan, bahkan sangat sulit untuk hanya memilih sebagian dikarenakan kemampuan musik mereka yang luar biasa. Musisi Indonesia di G20 Orchestra kebanyakan tidak dikenal dalam "lingkaran musik klasik" dan bergabung dengan orkes-orkes di Jakarta. Apa karena mereka tinggal di luar kota? Apa karena mereka tidak memiliki koneksi yang cukup? Bahkan dari Amerika kita mendapatkan pemain viola Toby Winarto, yang berdarah 100 persen Indonesia tapi memang lahir dan berkewarganegaraan AS dan berkarir cukup cemerlang, yakni baru saja diterima di New World Symphony. Kita tidak akan tahu tentang Toby kalau tidak ada G20 Orchestra ini. Bukannya membanggakan diri, tapi saya ingat ketika saya kembali ke Indonesia pada tahun 2000 di mana saat itu belum ada kompetisi piano apalagi instrumen lainnya. Bagaimana seorang pianis bisa berkarir tanpa pembuktian dari kemenangan satu atau beberapa kompetisi? Adalah Pia Alisjahbana pendiri Femina Group yang meminta saya saat berkunjung ke Indonesia atas undangan Presiden Gus Dur tahun 2000 untuk membuat kompetisi piano bertaraf internasional sehingga lahirlah Cipta Award yang hanya bertahan dua kali penyelenggaraan. Pada tahun 2008 Pia Alisjahbana dan Dedi Panigoro dari Medco membangkitkannya kembali dan memberi nama baru yaitu Ananda Sukarlan Award ASA. Setelah itu di tahun 2011 sebuah institusi di Surabaya, Amadeus Performing Arts, pimpinan Patrisna Widuri mengirim proposal untuk mendirikan Kompetisi Vokal Klasik "Tembang Puitik Ananda Sukarlan" TPAS yang saya terima dengan tangan terbuka. Para pemenang Semua solois G20 dari Indonesia terdiri dari pemenang kompetisi piano ASA Calvin Abdiel Tambunan dan TPAS dua soprano Mariska Setiawan & Pepita Salim, tenor Nick Lukas dan bariton Kadek Ari Ananda. Sejak 2020, ASA maupun TPAS yang mampu menghasilkan musikus klasik andal dari Indonesia telah diambilalih Kemendikbudristek di bawah Menteri Nadiem Makarim. Hal itu dilakukan demi memetakan bakat-bakat musik klasik di Indonesia sebagai aset budaya dan dibudidayakan di acara-acara seperti G20 ini. Saya selalu bertanya-tanya, dengan penduduk 250 juta lebih, kenapa Indonesia tidak bisa mendapatkan 70-an musisi berkualitas prima untuk membuat orkestra kelas dunia? Sekarang, kita tahu mengapa dan bagaimana mengatasinya. Sekarang, ini hanya masalah teknis, dan G20 Orchestra telah mulai memecahkan masalah tersebut dan mengeksekusinya. Dengan G20 Orchestra, Indonesia telah membuka babak baru. Sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi para menteri kebudayaan G20, ada 40-an pemusik muda dunia berkumpul dan bergabung bersama 30 musikus Indonesia. Mereka akan bermusik bersama, saling mendalami budaya negara lain dari sejak sarapan sampai makan malam, bahkan mungkin mengobrol sampai malam. Mereka saling tukar pikiran tentang masa depan musik, mulai dari masalah ketenagakerjaan di dunia musik, komunikasi dan relevansi musik dengan penonton dan masyarakat luas hingga isu keberagaman dan inklusi. Semuanya merupakan isu lintas generasi, lintas pandangan politik, latar belakang budaya, gender, ras dan bangsa. Mereka yang dari Eropa, tempat lahirnya musik klasik dan kuat memegang tradisi berbaur dengan mereka dari Asia dan Afrika yang sama sekali tidak terikat tradisi musik klasik sehingga lebih bebas berinovasi. Semua itu demi masa depan kita bersama. Semoga dengan mengenal budaya lain secara lebih dalam, para musikus makin menguatkan identitas masing-masing sebagai seniman berintegritas dan berkualitas, terutama untuk musikus Indonesia demi menyalakan sinar musik klasik Indonesia ke hadapan dunia. Semoga inisiasi G20 orchestra dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ini bisa menjadi sebuah awal dari G20 Orchestra lainnya di tahun - tahun berikutnya di masa presidensi negara lainnya. Berikut musikus instrumen gesek Indonesia yang terpilih untuk G20 Orchestra Biola pembagian biola 1 dan 2 akan ditentukan lebih lanjut Glen Afif Ramadan - Amadea Nathania Pranoto Arum Kusuma Dewi - Ni Made Adinda Laksmi Danaswari Christopher Robin Tania - Taradita Kalyana Yasmin Helmi Hardico Herlambang - Michelle Putri Hamijoyo Lydia Evania Lukito - Aurell Marcella Felicia Nathanael Hertanto - Yuli Reza Nurdian - Aghisna Indah Mawarni Ibnu Aji Wasesa - Risang Augus Rahmanto Andreas - Rebecca Cadangan Biola akan menggantikan jika kandidat berhalangan, berdasarkan urutan Julian Arya Krismandanu Saynediva Al Fatah Putra Philbert Neals Mario Lasar Biola Tiffany Limantoro Hieronymus - Bayu Caritas Bimo Lambang Dwityo Putro - Sendi Orysal Cadangan Viola Gabriel Waskitha Kurniawan Stefani Leoni Cello Dubertho Christnoval Ngongady - Febie Devina Vincent Limantoro - Jonathan William Gian Nugra Adanta - Raden Dwityatama Darmasakti Cadangan cello William Hendricko Adinata Abraham Raditya Nafisah Aini Kontrabas Arya Adithya Rai Ikhwan Musikus muda Veeshan Nathaniel Tandino 10 tahun Cherlyne Florencia 15 tahun Ursulla Puruhita Shimamurti 16 tahun. Ant/OL-12
Rhoma Irama. ©2020 - Rhoma Irama adalah salah satu musisi besar tanah air. Rhoma dikenal dengan karya-karyanya yang begitu akrab di telinga masyarakat. Rhoma bahkan dijuluki dengan sebutan 'Raja Dangdut'. Rhoma Irama dikenal lewat lirik lagunya yang sarat dengan nilai dakwah. Dia merintis karier bermusiknya bersama grup Soneta. Karier Rhoma Iramadi dunia musik dangdut tak bisa dilepaskan dari grup-grup orkes melayu yang eksis pada zamannya. Rhoma pun mengungkap sejumlah nama orkes melayu yang menjadi idolanya. Berikut ulasannya seperti dilansir channel youtube VIDEO dari 6 halaman Grup Orkes Melayu Sejak Rhoma Kecil Ahmad Dhani berkesempatan berbincang dengan Rhoma Irama. Hal itu dilakukan di sela persiapan jelang penampilan kolaborasi keduanya. Rhoma pun menyebut sejumlah grup orkes melayu yang sering didengarnya saat kecil.. "Waktu pertama kali rekaman itu dulu jenisnya namanya orkes melayu. Dulu yang terkenal waktu Bang Haji masih SMA orkes melayu yang terkenal siapa? tanya Ahmad Dhani kepada Rhoma Irama. "Sebelum ada orkes melayu Candraleka, dulu ada namanya orkes melayu Siguntang, orkes melayu Sinar Medan. Siguntang dan OM Sinar Medan itu waktu saya kecil itu. Saya masih anak-anak lah masih kecil,"kata Rhoma Irama. ©2020 VIDEO LEGEND 3 dari 6 halaman Chandralela Hingga Chandraleka Saat Rhoma Irama mulai beranjak dewasa, dia banyak mengenal grup orkes melayu lainnya seperti Chandralela hingga . "Setelah saya katakanlah saya besar ada Chandralela, Chandraleka, Mashabi," kata Rhoma. ©2020 VIDEO LEGEND 4 dari 6 halaman Melahirkan Berbagai Karya Bersama Elvy, Soneta Grup bisa membuat tiga album yaitu Soneta Volume 1 - Begadang 1973, Soneta Volume 2 - Penasaran 1974, dan Soneta Volume 3 - Rupiah 1975. Pada album ke empat Soneta Grup sudah tidak lagi bersama Elvy. Mereka berkolaborasi dengan Rita Sugiarto dan akhirnya bisa membuat tujuh album bersamanya yaitu Volume 4 - Darah Muda’ 1975, Soneta Volume 7 - Santai’ 1977, dan Soneta Volume 9 - Begadang 2’ 1978. Formasi Soneta Grup juga mengalami bongkar pasang personel. Pada tahun 1976 Shahab, Herman, dan Kadir keluar dari Soneta Grup dengan dugaan bahwa Rhoma pada saat itu telah tegas untuk menjauhi miras, obat-obatan terlarang, dan seks bebas. Shahab, Herman, dan Kadir pun juga sudah tidak ikut dalam pembuatan album Soneta 'Volume 7 - Santai’ karena posisi mereka sudah digantikan oleh Pongky dan Chovif. Kehadiran personel baru tersebut juga membuat nuansa album volume 7 menjadi lebih gahar dengan nuansa rock. Ingin mencoba formula baru, Rhoma mengajak penyanyi India yang benama Nandani untuk membuat album Soneta Volume 11 - Indonesia’ 1980. Soneta Grup pun kembali berkolaborasi dengan Elvy untuk membantu Rhoma bernyanyi di beberapa lagu di album Soneta Volume 12 - Renungan Dalam Nada’ 1981. Demi berkarya di jalannya sendiri secara independen dan tidak mengingkan ada pihak lain campur tangah dengan karyanya, Rhoma dan Soneta Grup membuat label rekaman yang diberi nama Soneta Records pada 1984 dan album perdana yang dihasilkan adalah Soneta Volume 13 - Emansipasi Wanita’ 1984. Karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan oleh Rhoma secara pribadi, maka Rhoma memutuskan untuk rehat sejenak di dunia hiburan. Apa lagi pada saat itu Rhoma sering menerima ancaman oleh pemerintah Orde Baru karena lagu-lagunya dinilai mengkritisi pemerintah di masa itu. Setelah enam tahun rehat, akhirnya Rhoma dan Soneta Grupnya merilis dua album yang hampir bersamaan yaitu Soneta Volume 14 - Judi' dan Soneta Volume 15 - Gali Lobang Tutup Lobang’ pada tahun 1989. Akhirnya pada tahun 1994 Rhoma dan Soneta Grup merilis album terakhirnya yang berjudul Soneta Volume 16 - Bujangan’ . ©2020 VIDEO LEGEND 5 dari 6 halaman Ajakan Tur dengan Rolling Stones Cerita ini dibagikan oleh Rhoma pada tayangan Tonight Show yang diunggah di kanal resmi youtube Tonight Show Official. Rhoma bercerita bahwa ajakan ini terjadi pada awal tahun 80an atau di saat nama Rhoma Irama bersama Soneta Groupnya berkibar tinggi di dunia musik Tanah Air. Seorang manajer dari grup band rock paling terkenal di dunia Rolling Stones datang menemui Rhoma. Apa lagi pada saat itu cukup banyak yang menggempur nama dangdut dengan stigma buruk dari penggemar musik-musik tersebut bermaksud mengajak Rhoma dan Soneta Group untuk ikut Rolling Stones dalam turnya yang bertajuk 'Giant Road Tur'. Sang manajer Rolling Stones datang kepada Rhoma dengan membawa proposal tur tersebut. "Pernah manajernya datang ke rumah saya, dia bawa satu proposal dia bilang "kita mau mengadakan Giant Road Tur Soneta bersama Rolling Stones. Antara tahun 82 atau 83," jelas Rhoma. Namun, setelah melalui proses proposal yang cukup memakan waktu pada akhirnya tur tersebut tidak terlaksana. Dikarenakan proses tersebut hanya bisa dilakukan oleh pemerintah ke pemerintah, tidak ada pihak independen yang bisa memproses proposal tersebut. Apa lagi pada saat itu Rhoma sedang sering menerima ancaman oleh pemerintah Orde Baru karena lagu-lagunya dinilai mengkritisi pemerintah di masa itu. "Diproseslah proposal itu. Akhirnya harus 'G to G' Goverment to Goverment. Saat itu saya lagi 'dilockdown'. Akhirnya tidak terjadi, batal," tuturnya. ©2020 VIDEO LEGEND 6 dari 6 halaman Raih Berbagai Penghargaan Bisa dibilang selain menjadi arus utama musik dangdut Indonesia, Rhoma dan Soneta Grup adalah grup musik di genre apapun yang paling produktif di saat itu. Usaha Rhoma dan Soneta Grup juga dibayar lunas dengan diberikannya penghargaan Golden Record sebanyak 11 kali kepada Rhoma dan Soneta Grup. Bahkan untuk lintas disiplin ilmu, Rhoma dan Soneta Grup pernah menjadi objek untuk diteliti oleh salah satu doktor sosiologi yang berasal dari Universital di Ohio, Amerika Serikat. Rhoma sendiri juga berhasil menyelesaikan pendidikan musiknya dan mendapatkan gelar profesor musik dari American University of Hawaii pada tahun 2005. ©2020 VIDEO LEGEND [end]