kewajibannya, baik sebagai hamba Allah maupun sesama manusia. 3. Pendidik Menurut Imam al-Ghazali pendidik disebut sebagai orang-orang besar (great Individuals) yang aktifitasnya lebih baik dari pada ibadah setahun. Selanjutnya ia menukil dari perkataan para ulama’ yang menyatakan bahwa pendidik merupakan pelita (siraj)
psikologi. Penggunaan hasil irfani Imam Al-Ghazali ini (selanjutnya saya sebut dengan istilah metode irfani imam Ghazali) didasarkan pada bacaan peneliti terhadap teks-teks karya Al-Ghazali. Dalam metode Irfani Imam Ghazali berbeda dengan metode mitologi yang didasarkan pada kepercayaan pada kekuatan yang tidak terlihat secara kasat mata.
Menurut Imam Al Ghazali, akal merupakan salah satu substansi imaterial yang menunjuk esensi manusia. Akal adalah sesuatu yang halus yang merupakan hakikat manusia, sama dengan al-qalb , al-nafs , dan al-ruh , yang berbeda hanya namanya saja, bahkan akal adalah entitas jiwa yang terlibat dengan inteligensia yang dalam hal ini ia bisa juga
Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Ayyuhal Walad, Imam al-Ghazali Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji konsep, metode dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab Ayyuhal Walad karya Imam al-Ghazali, (2) untuk menguji dan mendeskripsikan peran guru dalam pendidikan karakter di dalam kitab Ayyuhal Walad (3) merelevansikan
4. Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri { Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu} Dan menurut Imam Ghazali, inilah adalah jenis manusia yang paling buruk. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa.
Mulai dari pendektan filosofis sampai pendekatan multi disiplin-interkonektif. Akan tetapi pembahasan tentang manusia tidak pernah selesai dengan tuntas kerena terkait peran dan mamfaat manusia itu sendiri sebagai subjek dan sekaligus objek dalam kehidupan di dunia ini. Sebagai subjek, manusia selalu menjadi actor utama dalam setiap dimensi
PENGERTIAN AL-NAFS MENURUT AL-GHAZALI. Nafs dalam khasanah Islam memiliki banyak pengertian. Nafs dapat berarti jiwa (Soul, Psyche), nyawa dan lain-lain. Semua potensi yang terdapat pada nafs bersifat potensial, tetapi dapat aktual jika manusia mengupayakan. Setiap komponen yang ada memiliki daya-daya laten yang dapat menggerakkan tingkah laku
Menurut Imam al-Ghazali, kita sebagai manusia menggabungkan empat atribut hati tersebut secara sekaligus. Keempat atribut tersebut menjadi ciri hati manusia. al-Ghazali menggambarkan bahwa seolah-olah dalam diri kita ini ada anjing (sab’un: binatang buas), babi (bahimah; binatang rakus dan pengejar syahwat), setan dan jug al-Hakim (Yang Maha
menurut al-Ghazali bertujuan untuk kesempurnaan manusia di dunia dan akhirat. Manusia akan sampai kepada kesempurnaan dengan mencari keutamaan melalui ilmu pengetahuan. Keutamaan tersebut akan membahagiakan hidupnya di dunia dan mendekatkan 1 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pengertian dan Peran Ulama Menurut Imam Ghazali. Kalau yang memberi penilaian hanya orang biasa tentu akan ragu menerimanya Karena bukan pangkatnya untuk menentukan seseorang masuk kategori ulama atau bukan Terma ulama secara tegas disebut oleh al Qur an dengan sifat ketundukan dan kepatuhan kepada pencipta secara totalitas Dan secara lebih
gkpSa.