Saatdibedah, ditemukan usus yang terlihat pucat, kecil dan di dalamnya masih terdapat sisa-sisa ransum yang belum tercerna sempurna. Kita seringkali memberi istilah "usus pentil" karena ususnya yang kecil ini. Beberapa virus lain yang juga dikaitkan dengan kasus kekerdilan adalah infeksi rotavirus, parvovirus, dan calicivirus.
InfeksiBakteri. Infeksi bakteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini dapat menyebabkan demam, batuk, hingga tanda peradangan, seperti nyeri dan pembengkakan, pada penderitanya. Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang dapat ditemukan di air, tanah, bahkan di dalam tubuh manusia.
Terusmerasa lelah bisa menjadi tanda Anda memiliki sistem imun lemah, yang nantinya bisa diikuti gejala penyakit. Ketika sistem imun kuat Anda yang mungkin mengalami infeksi lebih sedikit merasa kelelahan. 2. Mudah pilek atau batuk. Mengutip Medicine Net, normal bagi orang dewasa untuk mengalami 2-3 episode pilek atau infeksi dalam setahun.
Meskibegitu, bakteri ini sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah, kecuali terdapat faktor pemicu. Bakteri Streptococcus tipe B ini yang berisiko menyerang organ intim wanita dan menyebabkan penyakit, karena bakteri ini hidup dan berkembang di organ intim wanita, yaitu Miss V dan di usus. Pada orang dewasa, infeksi bakteri yang satu ini bisa
Meskibisa menyerang siapa saja, infeksi bakteri kelompok A ini rentan menyerang dewasa dan anak-anak. Bakteri ini melakukan penyebaran melalui air jika pengidap bersin atau batuk. Baca juga: Waspada, Ini Jenis Infeksi Streptococcus yang Menyerang Organ Intim Wanita. Penyakit yang terjadi karena infeksi Streptococcus kelompok A antara lain
Infeksibakteri terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, memperbanyak diri, dan menyebabkan reaksi pada tubuh. Bakteri dapat masuk ke tubuh melalui bukaan di tubuh kita, termasuk hidung, mulut, telinga, anus, dan saluran genital. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, antara lain: Tetanus, disebabkan oleh bakteri
GejalaInfeksi Usus. Gejala infeksi pencernaan berbeda pada setiap orang, tergantung penyebab yang mendasarinya. Secara umum, gejala yang paling sering terjadi adalah kram perut, gejala lainnya termasuk: Infeksi pencernaan akibat virus biasanya hanya berlangsung kurang dari seminggu, namun gejalanya mungkin terjadi lebih lama.
Penyakitinfeksi bisa disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, hingga parasit. Kenali gejala umumnya dan jenis yang paling sering menyerang berikut ini. 8 Penyakit Infeksi yang Umum Menyerang Dewasa dan Anak-anak. Ada beragam penyakit infeksi yang umum menyerang orang dewasa dan anak-anak. 0. 0. Simpan. Artikel ditulis oleh Karinta. Disunting
Sistemkami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS kumpulan gejala penyakit. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu.
Fungsidari usus besar ini diantaranya ialah menyerap air an juga menyerap feses. Ada beberapa kelainan yang terjadi pada usus besar dan menyebabkan tubuh tidak prima. Penyakit penyakit yang terjadi pada usus besar diantaranya : 1. Penyakit Usus Inflamatorik. Penyakit usus inflamatorik adalah penyakit dengan etimologi yang tidak dapat diketahui.
f9TkO. Jawaban ✅ untuk PENYAKIT INFEKSI BAKTERI YANG MENYERANG USUS dalam Teka-Teki Silang. Temukan jawaban ⭐ terbaik untuk menyelesaikan segala jenis permainan puzzle Di antara jawaban yang akan Anda temukan di sini yang terbaik adalah TIFUS dengan 5 huruf, dengan mengkliknya Anda dapat menemukan sinonim yang dapat membantu Anda menyelesaikan teka-teki silang Anda. Solusi terbaik 0 0 Apakah itu membantu Anda? 0 0 Frasa Jawaban Huruf Penyakit Infeksi Bakteri Yang Menyerang Usus Tifus 5 Bagikan pertanyaan ini dan minta bantuan teman Anda! Apakah Anda tahu jawabannya? Jika Anda tahu jawabannya dan ingin membantu komunitas lainnya, kirimkan solusi Anda Serupa
Infeksi bakteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini dapat menyebabkan demam, batuk, hingga tanda peradangan, seperti nyeri dan pembengkakan, pada penderitanya. Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang dapat ditemukan di air, tanah, bahkan di dalam tubuh manusia. Beberapa jenis bakteri bermanfaat dan dibutuhkan oleh tubuh. Akan tetapi, ada juga beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Bakteri berbeda dengan virus. Bakteri tidak membutuhkan sel manusia untuk hidup dan berkembang biak, sedangkan virus membutuhkannya. Maka dari itu, proses diagnosis dan penanganan infeksi bakteri dan infeksi virus dapat berbeda. Penyebab Infeksi Bakteri Infeksi bakteri terjadi ketika bakteri yang merugikan masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak dengan cepat. Bakteri tersebut dapat menginfeksi organ tubuh tertentu, seperti paru-paru, ginjal, bahkan otak. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Anthraks, yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis Penyakit Lyme, yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi Demam Q, yang disebabkan oleh bakteri Coxiella burnetii Demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus tipe A Tuberkulosis, yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis Pneumonia, yang dapat disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae atau Mycoplasma pneumoniae Vaginosis, yang disebabkan oleh bakteri anaerobes Meningitis, yang dapat disebabkan oleh bakteri Streptococcus tipe B, Neisseria meningitidis, atau Listeria monocytogenes Gonore, yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae Infeksi bakteri dapat menular melalui berbagai cara, yaitu Secara langsung Penularan bakteri dapat terjadi ketika seseorang melakukan kontak dengan penderita infeksi. Kontak tersebut dapat terjadi melalui hubungan seksual, ciuman, serta percikan dahak dari batuk atau bersin. Ibu hamil juga dapat menularkan bakteri ke janin yang dikandungnya melalui plasenta atau kontak dengan jalan lahir saat persalinan. Secara tidak langsung Bakteri dapat tertinggal pada benda, seperti handuk, meja, atau gagang pintu. Bakteri di benda tersebut bisa berpindah ketika orang lain menyentuh benda tersebut kemudian menyentuh mata, mulut, atau hidung, sebelum mencuci tangan terlebih dahulu. Makanan atau minuman Bakteri dapat ke luar melalui tinja dan mencemari makanan atau minuman, kemudian menginfeksi seseorang yang mengonsumsi makanan atau minuman tersebut. Jenis bakteri yang menular melalui makanan adalah Salmonella typhii yang menyebabkan tipes. Gigitan hewan Hewan dapat menjadi perantara penularan bakteri, misalnya pada penyakit Lyme, yang ditularkan oleh gigitan kutu. Faktor risiko infeksi bakteri Infeksi bakteri dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terkena infeksi bakteri dapat meningkat pada seseorang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena Sedang menggunakan obat kortikosteroid Menderita HIV/AIDS Menderita kanker atau kondisi lain yang memengaruhi daya tahan tubuh Selain memiliki daya tahan tubuh yang lemah, risiko terkena infeksi bakteri juga dapat meningkat pada seseorang yang memiliki beberapa faktor berikut Memiliki alat medis yang ditanam atau dipasang dalam tubuh Mengalami kekurangan nutrisi Berusia lanjut lansia Memiliki kebersihan tubuh atau sanitasi lingkungan yang buruk Gejala Infeksi Bakteri Gejala infeksi bakteri pada tiap orang dapat muncul berbeda-beda, tergantung organ tubuh yang terinfeksi dan jenis bakteri penyebabnya. Beberapa gejala umum yang dapat dialami penderita infeksi bakteri adalah Demam Batuk Bersin Mual dan muntah Diare Lemas Selain gejala di atas, ada beberapa gejala spesifik yang dapat dialami ketika seseorang menderita infeksi bakteri pada kulit, seperti Ruam Kemerahan Pembengkakan Nyeri Benjolan berisi nanah Gatal Kapan harus ke dokter Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gejala infeksi bakteri, terutama jika Gejala makin memburuk dan tidak membaik setelah perawatan di rumah Gejala terjadi terus-menerus atau berkepanjangan Gejala muncul setelah digigit hewan tertentu, seperti kutu atau tungau Pemeriksaan ke dokter juga diperlukan jika mengalami gejala berikut Sulit bernapas Batuk yang berlangsung lebih dari seminggu Sakit kepala yang disertai demam tinggi Ruam atau pembengkakan di kulit Muntah secara terus-menerus Diare disertai dengan darah Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur Diagnosis Infeksi Bakteri Dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti Tes kultur bakteri, untuk mendeteksi keberadaan bakteri pada sampel darah, urine, dahak, tinja, atau cairan tubuh lain Tes pewarnaan gram, untuk mengetahui jenis infeksi bakteri di dalam tubuh, dengan memeriksa perubahan warna pada sampel darah, urine, dahak, atau cairan tubuh lain Pemindaian dengan foto Rontgen, MRI, atau CT scan, untuk mendeteksi adanya jaringan abnormal dan kumpulan nanah abses pada organ dalam tubuh Biopsi, untuk mendeteksi kondisi selain infeksi yang mungkin diderita, dengan mengambil sampel jaringan pada organ yang terinfeksi Pengobatan Infeksi Bakteri Pengobatan utama infeksi bakteri adalah dengan pemberian antibiotik. Obat ini bertujuan untuk membunuh bakteri atau memperlambat perkembangbiakannya. Jenis antibiotik yang diberikan kepada pasien akan disesuaikan dengan gejala, riwayat kesehatan, tingkat keparahan, dan hasil pemeriksaan pasien. Beberapa jenis antibiotik yang dapat diberikan adalah Penisilin, seperti amoxicillin dan ampicillin Sefalosporin, seperti cefadroxil dan cefotamine Aminoglikosida, seperti gentamycin dan streptomycin Tetrasiklin, seperti doxycycline dan minocycline Makrolid, seperti erythromycin dan azithromycin Quinolone, seperti ciprofloxacin dan levofloxacin Lincosamide, seperti lincomycin dan clindamycin Dokter dapat meresepkan antibiotik tanpa harus menunggu hasil pemeriksaan penunjang, terutama bila pasien telah mengalami komplikasi. Tindakan ini disebut dengan terapi antibiotik empiris. Tujuannya adalah agar pengobatan tidak tertunda. Perlu diketahui, ada kondisi ketika bakteri sudah kebal terhadap antibiotik. Kondisi yang disebut dengan resistensi antibiotik ini terjadi akibat konsumsi obat antibiotik yang tidak sesuai dengan resep dokter. Jika bakteri sudah kebal terhadap antibiotik, dokter akan memberikan jenis obat yang lebih kuat atau dengan dosis yang lebih tinggi. Akan tetapi, pada beberapa kasus, infeksi bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik bahkan tidak dapat diobati sama sekali. Oleh sebab itu, antibiotik harus tetap digunakan selama masa pengobatan, meski kondisi sudah membaik. Selain dapat mencegah kambuhnya infeksi, menggunakan antibiotik sampai habis juga dapat menurunkan risiko terjadinya resistensi antibiotik. Komplikasi Infeksi Bakteri Jika tidak ditangani, infeksi bakteri dapat menyebabkan beberapa komplikasi, yaitu Bakteremia, yaitu kondisi ketika bakteri masuk ke dalam darah akibat infeksi bakteri di suatu organ tubuh, seperti ginjal dan paru-paru Sepsis, yaitu infeksi bakteri yang telah menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi organ Syok sepsis, yaitu kondisi fatal ketika tekanan darah menurun drastis akibat sepsis sehingga organ tubuh tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup Kematian jaringan gangrene, yaitu matinya jaringan tubuh akibat infeksi bakteri di kulit yang tidak tertangani Reaksi autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat karena tidak bisa membedakan antara sel sehat dengan bakteri yang menyerupainya Pencegahan Infeksi Bakteri Infeksi bakteri adalah kondisi yang dapat dicegah. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan setelah makan, serta setelah menggunakan toilet Menjalani vaksinasi Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar Melakukan hubungan seksual yang aman, misalnya dengan memakai kondom dan tidak berganti pasangan Tidak berbagi barang pribadi, seperti handuk atau baju Tidak berpergian ketika sedang sakit
Infeksi usus enterokolitis atau koloenteritis adalah peradangan yang terjadi pada usus. Simak penyebab, gejala, dan pengobatannyaInfeksi usus enterokolitis atau koloenteritis adalah peradangan yang terjadi pada usus. Simak penyebab, gejala, dan pengobatan infeksi usus di sini. Pengertian Infeksi usus adalah peradangan yang terjadi pada usus, baik yang terjadi di usus kecil duodenum, jejunum, dan ileum maupun di usus besar kolon. Peradangan ini terjadi pada lapisan dalam usus sehingga menimbulkan berbagai gejala. Secara keseluruhan, ada beberapa jenis infeksi usus enterokolitis atau koloenteritis Colitis pseudomembrane Peradangan berat yang terjadi di usus besar. Peradangan terjadi karena peningkatan bakteri Clostridium difficile dalam jumlah besar. Normalnya bakteri ini memang terdapat pada usus besar. Namun, peningkatan tak terkendali jumlah bakteri tersebut dapat memicu terjadinya peradangan. Necrotizing enterocolitis Terbentuknya jaringan mati nekrosis dalam usus. Kondisi ini sering terjadi pada bayi prematur. Hal lain yang perlu diketahui dari infeksi usus ini adalah kemungkinan terjadinya komplikasi pada penderita necrotizing enterocolitis NEC, seperti gangguan hati dan usus berlubang. Antibiotic-associated enterocolitis Infeksi usus yang terjadi akibat konsumsi antibiotik yang menyebabkan banyak bakteri mati. Pada saat itu, bakteri Clostridium difficile mudah menyerang dan menginfeksi. Hemorrhagic enterocolitis Infeksi usus akibat bakteri Escheria coli. Infeksi usus ini bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti gagal ginjal, kerusakan saraf, dan stroke. Artikel Lainnya Sering Sakit Perut Pertanda Infeksi Usus? Penyebab Ada beberapa penyebab infeksi usus tergantung tipenya. Berikut beberapa penyebabnya Necrotizing Enterocolitis Infeksi usus ini diikuti oleh kematian jaringan pada lapisan dalam usus. Tipe ini lebih sering ditemui pada bayi yang lahir prematur atau bayi yang sakit. Penyebab pastinya masih belum diketahui. Namun, beberapa pendapat merujuk pada sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna sehingga bayi lebih mudah terinfeksi bakteri. Ada pula dugaan lain, yaitu karena terlalu banyak memberi makan bayi dan hilangnya aliran darah atau oksigen ke usus. Biasanya bayi menjadi tidak mau makan sama sekali, rewel, dan menunjukkan beberapa gejala tertentu. Misalnya, perut kembung, bengkak atau berubah warna, buang air besar BAB berdarah, diare, dan muntah. Gejala infeksi umum juga dapat muncul dalam bentuk demam, gangguan pernapasan, dan kelelahan. Oleh karena itu, tipe infeksi pada bayi ini dapat berakibat fatal. Antibiotic-associated Enterocolitis Penyakit usus halus ini terjadi ketika seseorang tengah mengonsumsi antibiotik yang menyebabkan banyak bakteri mati. Pada saat itu, bakteri Clostridium difficile dapat dengan mudah menyerang dan menginfeksi. Bakteri tersebut menghasilkan racun yang dapat merusak dinding dalam usus. Gejala bisa timbul pada 10 hari setelah mengonsumsi antibiotik. Biasanya gejala yang terjadi meliputi perut kembung, kram perut, diare cair, demam, lelah, merasa tidak sehat, dan nyeri perut hebat. Colitis Pseudomembrane Infeksi jenis ini biasanya juga berhubungan dengan antibiotik dan merupakan kelanjutan dari antibiotic-associated enterocolitis. Colitis pseudomembrane juga melibatkan peradangan lapisan usus dan usus itu sendiri. Gejalanya meliputi diare cair dengan aroma yang sangat busuk, demam, dan kram perut yang disertai nyeri. Dalam pemeriksaan tinja, juga dapat ditemukan sel darah putih, lendir, dan protein. Artikel Lainnya Kunci Hidup Sehat Berawal dari Usus yang Sehat, Benarkah? Hemorrhagic Enterocolitis Infeksi usus ini dapat disebabkan oleh racun bakteri Escheria coli. Ciri-ciri infeksi usus ini meliputi kram perut hebat, diare cair, diare berdarah, dan demam. Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi berbahaya jika tidak diobati. Bakteri biasanya masuk ke peredaran darah dan menginfeksi organ lainnya. Dalam kasus yang parah, penderita dapat mengalami sindrom hemolitik uremik yang meliputi gagal ginjal, kerusakan saraf, dan stroke. Diagnosis Dokter akan menetapkan diagnosis infeksi usus berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan seperti tes darah tes kultur darah tes tinja CT scan MRI Selain itu, pemeriksaan USG juga dapat dilakukan. Tujuannya untuk memeriksa kondisi usus kecil dan usus besar lebih saksama. Gejala Gejala infeksi secara umum biasanya dikeluhkan oleh penderitanya meliputi demam bengkak sekitar perut mual muntah diare lelah merasa tidak sehat buang air besar berdarah Pengobatan Penanganan infeksi usus dilakukan sesuai dengan tipe infeksi, tingkat keparahan, serta perkembangan penyakit. Berikut adalah beberapa penanganan dan obat infeksi usus yang akan dilakukan oleh dokter 1. Perbaikan Volume dan Sirkulasi Cairan Biasanya prinsip awal penanganan infeksi pencernaan dengan riwayat kelainan dalam buang air besar adalah menyingkirkan kemungkinan terjadinya dehidrasi. Sangat penting untuk tidak kehilangan terlalu banyak nutrisi, seperti natrium dan kalium. Tubuh Anda membutuhkan senyawa-senyawa tersebut dalam jumlah tertentu agar dapat berfungsi dengan baik. Penderita akan dirawat untuk diawasi dengan saksama, termasuk mendapatkan pertolongan awal berupa infus untuk mengganti cairan yang hilang dari diare. Beberapa kasus infeksi bahkan membutuhkan transfusi darah atau trombosit. 2. Transplantasi Mikrobial Tinja Pada kasus kambuh kembali, dokter akan melakukan transplantasi mikrobial tinja, yaitu mengganti mikroorganisme pada usus yang rusak dengan bakteri normal pada donor. Pengobatan dengan obat antidiare tidak dilakukan karena dapat memperburuk infeksi usus. 3. Antibiotik Antibiotik tergolong jarang digunakan pada penderita infeksi usus ringan karena dapat menimbulkan infeksi yang lain dan bahkan komplikasi yang lebih buruk. Namun, dalam beberapa kasus, ada kalanya antibiotik diberikan untuk mencegah serangan bakteri tertentu dan perjalanan penyakit memburuk. 4. Pembedahan Operasi atau tindakan pembedahan mungkin akan dilakukan pada pasien yang jaringan ususnya sudah rusak dan timbul beberapa komplikasi. Pada penderita enteritis radiasi, misalnya, Anda mungkin memerlukan perubahan pada terapi radiasi. Anda bahkan mungkin perlu menghentikan radiasi sepenuhnya dan dalam beberapa kasus, mungkin perlu dilakukan prosedur pembedahan untuk memotong bagian usus yang telah rusak. Artikel Lainnya Wajib Tahu, Ini Fungsi Usus Halus untuk Kesehatan Anda Pencegahan Infeksi usus memang sulit dicegah dengan tindakan yang spesifik. Namun, ada baiknya Anda melakukan langkah berikut untuk menjaga kondisi tubuh dan pencernaan memperkuat daya tahan tubuh dengan makanan sehat dan cukup istirahat menghindari atau batasi makanan yang sulit dicerna seperti makanan pedas, produk susu dan olahannya, atau daging merah memperhatikan kebersihan makanan. Cuci dan masak bahan makanan dengan baik dan benar lakukan langkah mudah yang selalu dianjurkan untuk mencegah berbagai penularan penyakit, yaitu mencuci tangan secara teratur. Lakukan sebelum makan, sebelum dan setelah memasak, juga setiap kali selesai beraktivitas di luar rumah atau dari kamar kecil. Komplikasi Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat infeksi usus yang tidak ditangani dengan baik dan segera Dehidrasi Infeksi usus bisa menyebabkan penderitanya kehilangan cairan melalui keringat, muntah, dan diare. Jika gejalanya parah, tidak ditangani dengan baik, berlangsung kronis, atau dalam kasus enteritis radiasi, Anda berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi. Belum lagi bayi dan anak kecil juga sangat rentan terhadap dehidrasi. Karena termasuk risiko kesehatan yang serius, segera cari bantuan jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Perubahan Kesehatan Pencernaan Para peneliti telah menemukan bahwa infeksi usus benar-benar dapat mengubah keseimbangan mikrobioma dalam tubuh. Hal ini berarti Anda akan mengalami penurunan jumlah dan variasi bakteri baik di usus Anda. Artinya, kesehatan pencernaan dapat terganggu. IBS Pasca-Infeksi Salah satu kemungkinan komplikasi infeksi usus adalah post-infectious Irritable Bowel Syndrome IBS. Kondisi ini menyerupai IBS dan menyebabkan gejala seperti diare, mual, kram perut, atau sembelit. Penelitian telah menunjukkan IBS pasca-infeksi memengaruhi sekitar 5 dan 32 persen orang yang menderita gastroenteritis. Kolitis dan Crohn Disease Beberapa orang dengan gastroenteritis dapat mengembangkan kolitis ulserativa atau penyakit Crohn. Ini adalah kondisi yang menyebabkan radang saluran pencernaan dan dapat berlangsung kronis. Para peneliti percaya bahwa reaksi sistem kekebalan tubuh yang abnormal mungkin menjadi pemicunya. Ketika sistem kekebalan mencoba melawan virus atau bakteri, mereka mungkin juga menyerang sel-sel di saluran pencernaan Anda. Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan, penyakit, dan obat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. HNS/AYU Terakhir Diperbaharui 27 Desember 2021 Diperbaharui oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan Ditinjau oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan Referensi Healthline. Diakses 2021. Enteritis. Health Grades. Diakses 2021. Enteritis. Everyday Health. Diakses 2021. What Are the Complications of Gastroenteritis?